salam blog

anda sopan

Selasa, 28 Desember 2010

abu jenazah di tembakan lewat meriam


<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
muarrif g-four.net
Foto: Ist
WELLINGTON - Abu jenazah milik seorang warga Selandia Baru akan ditembakan lewat sebuah meriam di Pelabuhan Wellington. Pelepasan abu jenazah ini dilakukan saat peringatan ulang tahun Kapten James Cook, penemu dari Selandia Baru.

Abu jenazah Alfonse Kennedy Goss yang lebih dengan AK, akan ditemabakan dari sebuah meriam oleh rekan-rekannya yang tergabung dalam Komunitas Meriam Wellington. AK yang berusia 58 tahun, meninggal tahun lalu akibat penyakit kanker. 

"Setiap mendengar suara meriam, maka abu jenazah AK mengenai setiap orang yang ada," ungkap pendiri komunitas tersebut Bryan Townsend seperti dikutip Newswire.co.nz, Jumat (29/10/2010).

Cara yang tidak lazim ini menurut Townsend memang sengaja dilakukan untuk mengingat Goss. Dirinya merupakan anggota aktif dari komunitas itu.
read more>>

di bayar untuk buang air kecil


<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
muarrif g-four.net
Proyek wc di Durban, Afrika Selatan (Foto: AFP)
DURBAN - Jika di Jakarta warga kerap ditagih bila uang air kecil di wc umum, lain halnya yang terjadi di Durban, Afrika Selatan. Warga di sana justru dibayar setiap kali buang air kecil.

Bertujuan untuk meningkatkan kebersihan dan menghemat uang, Kota Durban menyediakan sekira 90 ribu toilet di rumah warga yang tidak membutuhkan air sedikit pun. 

Kini Pemerintah Kota Durban menyediakan penampung dengan volume mencapai 20 liter untuk menampung air kencing. Air kotor tersebut nantinya akan diubah menjadi pupuk, mengingat mengandung bahan nitrat, fosfor, dan potasium. Demikian diberitakan AFP, Senin (8/11/2010).

Penampung itu akan dipasang di sekira 500 toilet yang disediakan pemerintah.
Nantinya para pekerja kebersihan Afrika Selatan akan mengumpulkan penampung tersebut setiap pekan. Mereka akan membayar 30 rand atau sekira Rp38 ribu (Rp1,297 per rand) kepada setiap keluarga yang dilengkapi toilet tersebut.

Jumlah ini tidaklah kecil bagi warga yang tinggal di negara dengan 43 persen warganya berpendapatan USD2 atau sekira Rp17,800 (Rp8,900 per dolar) per hari itu.

Sebuah laboratorium asal Swiss Eawag dan Yayasan milik jutawan Amerika Serikat Bill Gates, saat ini tengah mempelajari bagaimana cara mendapatkan modal untuk skema ini. Warga Afsel banyak yang sudah tertarik dengan program tersebut. 
read more>>

Laba-Laba Mematikan Asal Australia Serang Selandia Baru

<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
muarrif g-four.net

Laba-laba Redback (Foto: Ist)
WELLINGTON - Laba-laba jenis Redback yang mematikan dikabarkan telah menginvasi Selandia Baru. Laba-laba yang berasal dari Australia ini, mulai membuat koloni di beberapa kota besar Selandia Baru.

Laba-laba Redback yang dikenal memiliki bisa mematikan, diperkirakan menumpang sampai Selandia Baru melalui kontainer barang yang diimpor dari Australia. Binatang ini kemudian mulai berkembang di wilayah utara dan selatan Selandia Baru.

Pusat riset Pemerintah Selandia Baru AgResearch menyatakan pada laporannya bulan ini, laba-laba redback lebih mudah beradaptasi terhadap cuaca dingin di Selandia Baru, khususnya di cuaca yang cenderung basah. 

"Keberadaan (laba-laba) redback di Selandia Baru bisa menjadi ancaman signifikan bagi kesehatan masyarakat. Mereka berpotensi untuk berkembang biak di wilayah yang dipenuhi populasi warga," ungkap Ilmuwan AgResearch Cor Vink seperti dikutip AFP, Rabu (10/11/2010).

Redback umumnya ditemui di Australia dan melalui modul iklim ditemukan jika mereka mempunyai kemampuan untuk mendekati wilayah perkotaan Selandia Baru. 

Sebelumnya unit Riset Bisa Australia mengatakan setidaknya 14 orang diketahui tewas akibat gigitan dari laba-laba redback dalam waktu beberapa tahun terakhir. Penangkal bisa dari laba-laba ini sendiri mulai dikembangkan sejak tahun 1950 tahun lalu.
read more>>

1.000 Tikus Menunggu Diadopsi


<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
muarrif g-four.net
Foto: AP
CALIFORNIA - Sekira seribu tikus menunggu untuk diadopsi di California, Amerika Serikat (AS) setelah diselamatkan dari sebuah rumah. 

Kelompok the Humane Society mengangkut binatang pengerat itu dari dengan truk selama akhir pekan ini dari Los Angeles menuju San Jose, AS. Sekira 30 orang relawan turut serta membantu proses pemindahan ke sebuah toko hewan.

Toko hewan tersebut bersedia untuk menampung binatang-binatang ini hingga ada pihak yang berminat untuk mengadopsi tikus-tikus ini. Pihak toko hewan juga berharap jika tikus-tikus ini dapat dibeli oleh para pecinta binatang.

Banyaknya tikus ini diawali ketika putri pemilik rumah membeli seekor tikus yang sedang mengandung. Dalam waktu cepat tiba-tiba saja tikus ini terus bertambah jumlahnya. Demikian dilansir Associated Press, Rabu (24/11/2010).

Meski dianggap sebagai hewan menjijikan, tetap saja para pecinta binatang khususnya tikus bersedia untuk datang dan memberi mereka rumah baru
read more>>

o1 o2


Kakek Berusia 71 Tahun Merampok dari Kursi Roda


<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
muarrif g-four.net
Foto: Ilustrasi penggunaan kursi roda. (Reuters)
SAN DIEGO - Seorang kakek berusia 71 tahun dijatuhi hukuman penjara selama 21 tahun di penjara California karena mencoba melakukan perampokan di Bank San Diego. Kakek yang sudah penyakitan ini melakukan aksinya dari atas kursi roda menggunakan replika senapan BB.

Hakim Jeffrey Fraser mengatakan tersangka yang bernama Peter Lawrence secara teori dapat keluar dari penjara pada usia 90 tahun. Itu berarti dua tahun lebih cepat dari masa penahanannya. Usia 90 adalah batas di mana seseorang dianggap tidak memiliki potensi ancaman lagi kepada publik.

Mengacu pada kantor berita kota San Diego, Lawrence mengakui telah merampok uang sejumlah US$2 ribu atau sekira Rp18 juta pada musim panas lalu. Perampokan itu menurutnya dilakukan karena dia merasa putus asa setelah didiagnosa menderita penyakit komplikasi.

Seperti dikutip Associated Press pada Sabtu (11/12/2010), pengacara Lawrence, Kenneth Kaminiski, mengatakan kliennya tidak bermaksud membahayakan siapapun. Dia mengatakan Lawrence memang ingin ditangkap sehingga dia tidak harus hidup di jalanan lagi
read more>>

sup berusia 2.400 tahun di temukan di cina


Arkeolog China (Foto: AP)
BEIJING - Arkeolog China mengklaim telah menemukan semangkok sup yang diperkirakan telah berusia 2.400 tahun. Sup tersebut ditemukan di Kota Kuno Xian, hari ini.

"Ini adalah pertama kalinya sebuah sup berusia ribuan ditemukan dalam sejarah arkelogi China," ungkap peneliti dari Institut Arkeologi Provinsi Shaanxi Liu Daiyun, seperti dikutip the Global Times, Senin (13/12/2010).

"Penemuan ini menjadi penting dalam mempelajari kebiasaan makan dan budaya dari manusia yang hidup antara 475-221 sebelum masehi," lanjut Liu.

Sup yang disertai tulang itu ditemukan dalam wadah perunggu. Sup itu berubah warna menjadi hijau karena oksidasi dari wadah perunggu tadi. 

Para peneliti hingga saat ini masih terus mencari tahu apakah cairan yang ditemukan memang benar sup, peneliti pun berusaha keras untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang terdapat di sup itu. 

Selain sup, arkeolog juga menemukan bahan cairan lainnya tidak memiliki bau dan diyakini adalah anggur. Cairan ini ditemukan di dekat sebuah makam, yang diperkirakan dimiliki oleh pemilik lahan atau pejabat militer di kala dahulu
read more>>

<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
by muarrif g-four.net
Ilustrasi: Ist
WASHINGTON - Seorang tahanan yang divonis mati, menjalani proses eksekusi matinya dengan menggunakan obat-obatan yang biasa digunakan untuk binatang. Penggunaan obat-obatan ini dilakukan sebagai pengganti suntikan mati.

John Duty yang mencekik hingga tewas rekan satu selnya tahun 2001 lalu, dieksekusi mati dengan menggunakan pentobarbital. Jenis obat-obatan ini biasa digunakan oleh dokter hewan untuk membius binatang.Demikian dilansir Associated Press, Jumat (17/12/2010).

Pusat Informasi Hukuman Mati Amerika Serikat (AS) mengatakan, hukuman mati dengan cara ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan kepada tahanan manusia. 

Keputusan untuk menggunakan obat tersebut dilakukan karena menipisnya pasokan anestesi yang biasa digunakan di dalam pelaksanaan eksekusi mati. 
Selama berbulan-bulan beberapa negara bagian di AS, mengalami kesulitan mencari sodium thiopental, yang biasa digunakan untuk melakukan suntik mati.

Hal ini disebabkan produsen anestesi itu Hospira, mengaku kehabisan stok sodium thiopental. Perusahaan itu sendiri baru akan memproduksinya pada awal tahun depan dan mengakibatkan beberapa negara bagian terpaksa menunda hukuman mati terhadap terpidana mati
read more>>