salam blog

anda sopan

Kamis, 17 Maret 2011

berlian dari abu jasad manusia

   Berlian menjadi simbol keabadian, benar-benar nyata. Melalui sebuah proses khusus, didapat batu berlian yang indah dari abu jasad manusia yang sudah meninggal dengan cara dikremasi. Dan ini menjadi trend baru di negara Swiss,Rusia, Spanyol, Ukraina,Amerika Serikat, Jepang dan Cina.
“Life Gem” nama yang diberikan dari berlian manusia ini,di produksi perusahaan bernama Algordanza di Swiss Timur yang gencar berpromosi menawarkan jasa mengubah abu menjadi Berlian
Dalam setiap promonya dikatakan jika pembuatan “Life Gem” amat berguna terutama bagi orang yang pindah jauh dari rumah, orang yang suka berpergian jauh, pemeliharaan tempat pemakaman menjadi sulit. Dan walaupun pembakaran semakin populer, memerlukan izin khusus pada umumnya diperlukan untuk transportasi melintasi perbatasan.
Meskipun kebanyakan “Life Gem” permintaan berasal dari keluarga setelah ada yang meninggal tapi akhir-akhir ini orang-orang mulai meminta layanan perusahan Algordanza, sebelum mereka mati. Mereka bahkan bersedia membayar terlebih dahulu.
“500 gram abu cukup untuk membuat berlian, sedangkan tubuh manusia meninggalkan kurang lebih 2,5 – 3,0 kg abu,”terang Willy, salah satu karyawan Algordanza. Untuk biaya pembuatannya menurut keterangan Willy berkisar antara 4,500 – 16,700 Euro dan ini masuk dalam kategori murah. Pasalnya biaya pemakaman di Eropa bisa mencapai 4,400 – 17,000 Euro. Setiap bulannya, perusahaan ini menerima 40 – 50 pesanan dari segala penjuru dunia, dari daratan Eropa hingga Asia.
Di laboratorium perusahaan, sekitar 15 mesin bekerja tanpa henti di bawah pengawasan para karyawan yang memakai kacamata pelindung yang bekerja dibelakang garis kuning dan garis hitam yang tidak boleh dilewati oleh pengunjung sebagai penghormatan bagi almarhum.
“500 gr abu sudah cukup untuk membuat sebutir berlian, sementara tubuh manusia bisa menghasilkan rata-rata 2.5 ? 3 kg abu,” kata Willy. Pertama-tama, potassium dan kalsium, yang merupakan 85% abu manusia, dipisahkan dari karbon. Kemudian karbon akan dipanaskan dengan suhu dan tekanan tinggi, sekitar 1.700°C, proses yang mengompres abu menjadi grafit, yaitu alotrop karbon.
Tekanan dan panas pada grafit akan mengubah grafit menjadi berlian ? alotrop karbon yang terkeras. Keseluruhan proses ini memakan waktu 6-8 minggu, jauh lebih cepat daripada waktu yang diperlukan untuk pembentukan berlian alami yang memakan waktu ribuan tahun.
“Setiap berlian yang dihasilkan sangat unik. Warnanya bervariasi dari biru gelap hampir ke putih. Ini adalah refleksi dari kepribadian,” ujar Willy. Algordanza yang berdiri sejak tahun 2004, kini telah diperluas ke 20 negara, termasuk enam di luar Eropa, dan mempekerjakan sekitar 100 orang. Menurutnya saat ini yang sangat populer dan permintaan tinggi di Jepang dan Cina, yang mengirim antara dua sampai empat pesanan per hari.
read more>>

Rabu, 16 Maret 2011

Prediksi Kiamat Menurut Ilmu Alam Semesta

Bahwa bumi akan hancur berkeping-keping seperti kapas berterbangan. Beberapa penelitian ilmuwan membuktikan bahwa kiamat adalah kepastian. Hanya kapan itu terjadi adalah rahasia Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, mari kita lihat pandangan dan perhitungan para ilmuwan. Jadi kiamat menurut ilmu alam semesta itu lebih akurat dari pada ramalan kiamat yang lain.

Jika kita rajin mendengar keterangan-keterangan dariweb NASA, mereka pernah mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar dan bisa prediksi kiamat itu sendiri. Jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka dalam beberapa tahun ini terdapat beberapa fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir jaman mendekati ramalan kiamat.

Pertama : Mengenai planet X (nibiru).
Adalah menurut para ilmuwan, dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar. Mereka menemukan adanya planet dari galaksi lain yang bergerak memasuki orbit dalam tata surya kita. Planet ini kemudian diberi nama planet X (Nibiru).
Planet X
Planet Nibiru adalah bintang lain yang tertarik gravitasi matahari lalu masuk ke tatasurya kita. Parahnya dia berrevolusi berlawanan dengan revolusi bumi dan planet lain di tatasurya kita. Jalurnya pas di jalur bumi. Sehingga pada suatu masa bumi akan ditabrak oleh benda yang besarnya 100 kali lipat dengan sama-sama kecepatan superdahsyat. Bisa dibayangkan seperti apa kemungkinannya. Pasti hancur berkeping-keping.
Inilah perbandingan besar bumi dengan Nibiru
Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet x ini akan memasuki orbit tata surya kita sejak ditemukan tahun 2003. Berarti kiamat boleh terjadi pada tahun 2053 ? Allah-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.
Kira-kira seperti inilah kalau bumi kita di tabrak
Yang kedua. Awan Smith.
Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda.
Awan Smith
Awan Smith adalah Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya.
Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti. Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.
Ketiga : Tabrakan galaksi Andromeda.
Galaksi Andromeda.
Galaksi paling dekat dengan galaksi kita adalah Andromeda. Saat ini galaksi andromeda melayang mendekati bimasakti dengan kecepatan 300.000 mil per jam, 100 kali lebih cepat daripada peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ketika bertabrakan, Andromeda akan mengubah galaksi bimasakti kita selamanya.
Perkiraannya; Galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Cemas? Jangan dulu, karena terjadinya masih empat miliar tahun lagi.
read more>>

rahasia di balik mencium hajar aswad

Foto Hajar Aswad. Lantai tiga Masjidil Haram, ba’da (setelah) Isya. Pusaran manusia mengelilingi Ka’bah. Kotak segi empat berselimut qiswah hitam dengan aksara Arab berbenang emas, melingkar, dekat puncaknya.
Makhluk terbaik dari semua penjuru dunia, yang tercantik dan yang tertampan, berkulit putih seperti susu, kemerah-merahan, kuning, cokelat, atau hitam, berkumpul di sini. Wajah mereka bercahaya karena tersapu air wudhu lima kali sehari semalam.
Tidak hanya yang terbaik, yang tua renta dan harus dipapah di kursi roda, bayi munggil, yang kuat dan gagah hingga yang lemah juga bertawaf di sini.
Sebagian mereka berpakaian putih aneh. Mereka yang berumroh hanya mengenakan dua lembar kain putih tanpa jahitan, dililitkan di pinggang dan melintang di dada. Kaum perempuan menutup kepala, tubuh, kedua tangan hingga ke kaki.

Fenomena aneh ini berlanjut ketika lantunan doa dipanjatkan, baik yang di verbalkan maupun rintihan tersembunyi di lubuk hati, di dada setiap jemaah. Ritual tawaf tak pernah henti, siang dan malam, panas dan dingin, seperti tawafnya planet pada bintangnya, galaksi pada semestanya, ion pada protonnya, berputar melawan arah jarum jam.
Jelang akhiir Juni, suhu mencapai 43 derajat, angin bertiup kencang menyayat kulit, memdihkan matah, tetapi langkah jemaah pada saat azan tiba tetap dan tanpa ragu, menembus cuaca yang tak bersahabat, memenuhi panggilan Allah shalat lima waktu dan tinggalkan urusan dunia.
Pusaran tawaf unik itu monoton adanya, namun pada sudut tertentu, di sudut hajar aswad (batu hitam) dekat Pintu Ka’bah terlihat sedikit kekacauan. Sejumlah jemaah berjuang untuk menciumnya.
Laki, perempuan, tua muda, sehat atau cacad, ingin mencium, atau minimal menjamahnya. Seorang askar berbaju cokelat kehijauan, berbaret hitam mencoba mengaturnya. Tangan kirinya memegang tali kain yang dikaitkan ke diding Ka’bah, tangan kan menghalau jemaah lain agar tak berlama-lama mencium sang batu hitam.
Pekerjaan yang melelahkan sebenarnya. Antrian sejajar sisi Ka’bah tak selalu sebaris. Dia bisa jadi dua hingga tiga. Mereka yang antri bisa dikategorikan sebagai orang sabar karena menanti dalam antrian. Tapi kesabaran tak selalu berbuah kemenangan. Setiap saat selalu ada yang tak sabar. Memotong antrian, mendesak, tak peduli pada perasaan. Kalimat, “sabar, ya al haj atau hajjah,” berlalu seperti angin gurun.
Dalam kondisi begini, yang lemah, tua, anak-anak, cacat tak bisa berbuat apa-apa. Hajar aswad adalah batu hitam yang sempat dipertengkarkan kaum Quraisy jahiliyah. Mereka berebut, dan menyatakan sukunyalah yang paling berhak menempelkannya di sudut Ka’bah.
Sebelum pertengkaran itu memuncak, mereka bersepakat untuk menyerahkan urusan itu pada seseorang yang dapat dipercaya. Dia adalah Muhammad. Saat itu kaum Quraisy memilih Muhammad muda karena dia dapat dipercaya. Dia bergelar Al Amin di masa, artinya orang yang dapat dipercaya.
Muhammad meletakkan batu di selembar kain, dan setiap kabilah (suku) diminta memegang ujungnya, lalu secara bersamaan ditempelkan batu hitam itu di sudut Ka’bah. Lalu mengapa setiap kaum muslimin ingin menciumnya? Umar bin Chatab RA, sahabat Nabi Muhammad SAW, yang juga pemimpin Islam setelah Abu Bakar Asshidiq RA pernah mengatakan, dirinya mencium batu itu karena Nabi Muhammad SAW menciumnya.
Umar agaknya menggunakan logika. Sebuah batu tak lebih dari sekadar batu, sehingga tak layak untuk dicium setiap manusia. Namun sebagai pengikut setia dan selalu melakukan apa yang dicontohkan Nabi, maka dia menciumnya juga. Meski Nabi mencium Hajar Aswad, tetapi kegiatan itu tidak dimasukkan ke dalam rukun haji atau umroh.
Kini 14 abad kemudian, ketika Masjidi Haram banyak berubah, lebih luas dan modern, mencium hajar aswad ternyata tidak mudah bagi jemaah biasa.
Mantan Wakil Presiden Megawati (saat itu belum jadi Presiden) ketika Umroh pernah mendapat keistimewaan dalam mencium Hajar Aswad. Setelah tawaf tujuh kali, askar (para penjaga) membuat batas, memisahkan jemaah biasa yang sedang bertawaf dan rombongan Wakil Presiden RI.
Lokasi di depan Hajar Aswad dibersihkan dari jemaah biasa, lalu dengan leluasa Megawati dan rombongan mencium batu hitam yang diikat semacam tembaga putih itu. Sesungguhnya, askar dengan mudah mengatur agar tercipta antrian yang tertib sehingga yang lemah, perempuan, yang cacad dan anak-anak berkesempatan mencium hajar aswad.
Caranya, membuat dua jalur antrian yang sejajar di sisi Ka’bah. Satu untuk pria, satu lagi untuk perempuan, anak-anak dan jemaah berkursi roda. Berbicara tetang kemampuan untuk mengatur ini, sebenarnya sudah terlihat pada hal yang sederhana hingga paling rumit di Masjidil Haram. Misalnya dalam mengatur agar air Zam-zam tetap terisi di tong-tong cokelat lalu meletakkanya di tempat-tempat yang mudah di jangkau di seputaran masjid itu.
Jemaah yang haus –kondisi ini sering mendera saat suhu mencapai 45 derajat di akhir Juni ini– dapat melepas dahaganya. Kemampuan itu juga terlihat pada cara praktis, cepat singkat dalam membersihkan lantai masjid di saat jemaah berlalu lalang. Atau, lihatlah, bagaimana pemerintah Saudi Arabia mengelola 3 juta anggota jemaah haji setiap tahunnya, melayani dan memastikan mereka beribadah sebagaimana mestinya.
Malam ini, sekuen dari perjuangan mencium Hajar Aswad terulang lagi. Di sisi dinding Ka’bah sudah tensusun antrian, tiga meter menjelang target, antrian menjadi dua baris, seorang kakek menyisip dalam antrian pertama. Dua meter menjelang target antrian semakin rapat. Hajar aswad dikepung dari semua penjurunya. Dorong mendorong mulai terjadi.
Di sisi luar, seorang pemuda tampan mencoba antri di kursi roda elektriknya. Satu meter jelang Hajar Aswad dorong mendorong semakin kuat. Dada semakin sesak terhimpit badan dengan badan. Dari sisi paling luar serombongan pemuda tegap berpakaian ihram datang mendesak dengan lafal lailahailllalllah di mulutnya. Dari berlawanan arah kelompok perempuan berdesesakan ingin melakukan hal yang sama.
Seorang ibu berteriak histeris ingin agar dia didahulukan. Seorang pemuda, masih ihramnya, dengan gagah mencoba memotong dan berusaha menyingkirkan setiap orang di depannya. Dari luar, muncul teriakan berulang, dengan bahasa yang tidak dimengerti ke arah antrian baris pertama, sejumlah orang saling berpadangan. Hajar Aswad tinggal sejangkauan tangan.
Antrian dipaksa dibelah, orang tua tadi sudah lemah. Dia ditarik keluar dengan susah payah. Mukanya pucat, dada sesak. Beruntung dia masih selamat lalu dipapah oleh kerabatnya. Kejadian itu hanya beberapa belas detik, konsentrasi jemaah kembali ke batu hitam, bagaimana caranya agar bisa menciumnya, atau minimal menjamah.
Pilihan terakhir agaknya lebih rasional, ketika setiap orang di sekitar batu mulai menunjukkan egonya, tak peduli bahwa orang di sebelahnya adalah muslim muslimah dimana mereka dipertautkan oleh tali persaudaraan sebagai orang yang seiman.
Berdesakan, mendorong, berteriak tak pantas di rumah Allah. Itu tak hanya sebagian pria, kaum wanita juga. Pemuda tampan berkursi roda hanya mampu melihat dan khawatir dirinya pun bisa seperti orang tua tadi. Cara yang aman adalah meninggalkan lokasi Hajar Aswad sambil berharap, suatu saat nanti, ketika jumlah yang tawaf sedikit dia akan mencium batu yang dicium Nabi panutannya.
Atau, mungkin dia berharap akan ada jalur khusus bagi dirinya, dan orang yang lemah lainnya, kaum wanita dan anak-anak, untuk bisa mencium dengan leluasa. Bisa juga dia berharap, kaum muslimin menunjukkan moralitas dan sikap yang terpuji, seperti yang diajarkan Nabi, yakni mendahului yang lemah, mengasihi anak-anak, menghormati wanita, dan mendahului yang tua, serta membantu yang cacad, mencium hajar aswad.
Budaya itu (budaya antri) sebenarnya sudah banyak di lakukan di tempat-tempat umum, di sejumlah negara maju. Mereka tidak membicarakannya, tetapi mempraktiknya
read more>>

ulat bulu yg bisa bersiul

Ulat Bulu Unik Yang Bisa Bersiul
Memang ulat bulu unik ini memang tak akan bersiul seperti burung melalui mulut mereka. Namun, menurut para peneliti, ulat bulu bisa bersiul dengan melalui sisi-sisi tubuh mereka.

Fenomena aneh ini mereka lakukan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengusir burung-burung predator. Dari hasil penelitian terhadap ulat bulu sphinx walnut caterpillar atau Amorpha juglandis, asal siulan mereka berasal dari tubuh mereka.
Seperti dikutip dari Livescience, setelah diamati melalui koleksi foto dan koleksi video berkecepatan tinggi, para periset berkesimpulan ketika ulat bersiul, mereka menekan kepala mereka ke belakang.
Ini dilakukan untuk menekan rongga di tubuh mereka sehingga suara siulan akan keluar melalui delapan pasang lubang angin di perut mereka.
Masing-masing pasang rongga perut itu berdecit sekitar empat detik, dengan rentang frekuensi yang bisa didengar oleh burung maupun manusia, hingga suara ultrasound.
Saat para peneliti mengamati ulat tersebut, burung warbler (burung yang pandai berkicau) yang hendak memangsa ulat itu, biasanya akan kaget dan lari tunggang langgang ketika ulat mulai bersiul. Siulan ulat bulu ini selalu menyelamatkannya dari sergapan burung warbler.
“Burung-burung ini sepertinya terkaget-kaget dengan siulan si ulat karena tidak mengira akan bunyi tersebut,” ujar Jayne Yack, Neuroethologist dari Carleton University, Ottawa Kanada.
read more>>

Selasa, 15 Maret 2011

ular bernasib malang

Orit Fox saat digigit ular/The Sun
Orit Fox saat digigit ular/The Sun
BARCELONA - Seekor ular bernasib malang setelah menggigit payudara seorang wanita, ular tersebut tewas seketika.

Orit Fox, saat itu tengah tampil dalam sebuah acara televisi, Telecino, sebuah acara televisi di Spanyol.

Kejadian bermula ketika Fox sedang memegang ular tersebut dan berusaha untuk menciumnya. Tapi tiba-tiba saja ular tersebut mematuknya tepat di payudaranya.

Fox langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan untuk suntikan tetanus, demikian lansir The Sun, Selasa (15/3/2011).

Tapi ular malang tersebut tewas seketika karena telah mematuk payudara yang terbuat dari silikon milik Fox.

Ular tersebut diduga keracunan silikon payudara milik model asal Israel tersebut.(rhs)
read more>>

Senin, 17 Januari 2011

Toko Online Bagi Para Tahanan


<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
  muarrif g four.net
Ilustrasi (Foto: Ist)
MOSCOW - Para tahanan di penjara Moscow kini bisa mendapatkan coklat, permainan dan hadiah lainnya langsung dikirimkan ke sel mereka dengan pembelian yang dilakukan oleh keluarganya melalui toko online.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Rusia Ltar-tass, kepala penjara Viktor Dezhurov mengatakan toko internet tersebut terbukti sangat populer dalam kurun waktu satu bulan pembukaan, rata- rata pesanan mencapai 180 per hari.

"Para keluarga tahanan tersebut mengunjungi situs kami. Karyawan kami kemudian mengerjakan pesanan tersebut dan mengantarkan barangnya tiga hari kemudian," ujar Dezhurov, yang menjadi kepala penjara Federal.

Situs itu juga menawarkan makanan dan juga meminta kerabat tahanan memberikan Injil, Al Quran, dan juga buku undang-undang bagi tahanan yang diisolasi. Sementara untuk alkohol tidak ditawarkan.

Situs online tersebut baru tersedia bagi penjara pra peradilan, toko online rencananya akan diperluas hingga ke tujuh penjara di beberapa kota. Demikian lansir Reuters, Senin (17/1/2011).

Sekira 30 ribu tahanan tiap tahunnya berada di penjara pra peradilan. Penjara Rusia yang selalu penuh dan kurangnya perawatan kini sedang diawasi terkait meninggalnya seorang pengacara yang tengah menunggu sidang di sebuah penjara Moskow yang paling terkenal
read more>>

Jumat, 14 Januari 2011

Dari Sapporo ke Tokyo Dalam 18 Jam CNNGo

Oleh muarrif g four.net
Kapal ferry umum di Jepang menawarkan pengalaman yang akan menguji kesabaran dan ketahanan Anda terhadap laut, tetapi jika Anda ingin melepaskan diri sesaat dari dunia, pengalaman ini pantas dicoba.



Ketika cuaca sedang bagus, dek pemantauan di Sunflower Furano merupakan tempat yang bagus untuk menghabiskan waktu

Pesawat hanya untuk pengecut. Bepergian ke Sapporo dari Tokyo untuk Festival Salju di bulan Februari, saya menggunakan kereta api Hokutosei selama 16 jam. Untuk perjalanan pulang, hanya terdapat satu pilihan yang lebih menantang dan irasional: kapal ferry selama 18 jam.

Kapal Sunflower Furano mungkin merupakan pilihan terakhir untuk bepergian antara area utama metropolitan di Jepang, tetapi perusahaan perkapalan Mitsui O.S.K Lines (MOL) menjalankan kapal ferry Sunflower antara Sapporo dan Tokyo untuk tujuan wisata maupun bisnis. Kapal besar yang jalan pada malam hari ini memiliki ruang besar untuk truk dan kargo, tetapi dek bagian atasnya seperti kapal pesiar kelas bawah. Penuh kamar penumpang, pusat permainan, kamar mandi terpisah, dek pemantauan, ruang menonton TV, area bermain anak dan restoran.

Walaupun ini adalah pilihan utama bagi pengemudi truk yang membawa produk susu ke Honshu atau bagi mereka yang ingin naik mobil sendiri ke Hokkaido, ferry bisa menjadi salah satu cara paling murah untuk bepergian untuk orang umum. Murah atau tidak, bagaimanapun juga, cara ini menawarkan petualangan tersendiri.

Tidak sepenuhnya Sapporo ke Tokyo

Yang pertama harus Anda pahami adalah, ketika MOL berkata Sapporo ke Tokyo, mereka sedikit berbohong. Sebenarnya kapalnya berangkat dari kota pelabuhan Hokkaido, Tomakomai ke kota pelabuhan prefektur Ibaraki, Oarai. Kedua kota ini berjarak lebih dari satu jam dari masing-masing Sapporo dan Tokyo.

Menuju Sapporo dari Tomakomai menghabiskan sekitar dua jam dengan bus umum, yang berangkat ke pelabuhan dari stasiun Sapporo pada jam 3 siang (¥1,270). Pelabuhannya jauh dari stasiun JR Tomakomai, jadi jika Anda tidak ingin menggunakan taksi, bus adalah pilihan yang paling mudah dan murah. Bagaimanapun juga, bus tersebut banyak berhenti, dan seringnya terlalu lama sehingga penumpangnya hampir saja memberontak.

Walaupun kapalnya memiliki restoran dan toko yang menjual makanan ringan, penumpang yang cerdas sebaiknya membeli makanan di Sapporo atau pada toko swalayan di terminal ferry Tomakomai. Ferry menyediakan air panas, jadi mie instan merupakan pilihan tepat. Banyak juga terdapat mesin makanan dan minuman otomatis, sehingga minum tidak menjadi masalah.

Pemisahan kelas sosial oleh tipe kamar

Jika kereta bertempat tidur adalah magnet bagi keluarga dan mereka yang obsesif dengan kereta, kapal ferry menawarkan harga yang murah. Penumpang ferry terdiri dari 85% laki-laki. Kebanyakan adalah pengemudi truk, perusahaan kapal tersebut mencoba memisahkan mereka dengan penumpang wisatawan dalam berbagai kesempatan. Sebagai contoh, pengemudi truk telah disediakan kantin murah tersendiri agar tidak bercampur di restoran utamanya. Meski dengan cara-cara ini, para pengemudi truk masih saja bergaul di ruang santai, kamar mandi dan ruang permainan.

Di perjalanan, saya kebanyakan berbagi ruang dengan para pensiunan. Beberapa keluarga juga terlihat, dengan anak-anak mereka berkeliaran di ruang permainan atau duduk diam selama 18 jam di perpustakaan manga. Kebanyakan waktu perjalanan akan Anda habiskan di ruang tidur, jadi memesan akomodasi yang tepat bisa membedakan antara 'pelayaran romantis' dan 'tenda pengungsian.' Kamar ekonomi (¥8,500 hari biasa, ¥11,000 musim liburan) sebenarnya hanyalah ruang terbuka beralaskan tatami dengan selimut, bantal dan alas tidur yang ditumpuk. Terlihat seperti campuran antara ruang tidur siang di taman kanak-kanak dengan penampungan korban badai Palang Merah. TVnya selalu menyala, dan disinilah kebanyakan pengemudi truk tidur, makan dan merokok. Kamar kasual (¥11,000 hari biasa, ¥14,000 musim liburan) adalah satu tingkat di atas ruang geladak: ruang terbuka dengan tempat tidur terpisah. Ini merupakan favorit para mahasiswa.

Jika Anda mencari kenyamanan dasar, saya menyarankan kamar standar (¥14,500 hari biasa, ¥18,000 musim liburan), terlihat seperti kamar hotel tanpa aksesoris. Tiap ruang terdiri dari sepasang tempat tidur bertingkat. Jika Anda memesan untuk sendiri, Anda bisa mendapat seluruh kamar, tetapi harus membayar 75% untuk ranjang satunya. Untungnya, pada hari biasa, Anda hanya harus membayar untuk satu tempat tidur. Umumnya, bagaimanapun juga, memesan kamar standar hanya masuk akal jika Anda bepergian dengan kawan atau keluarga. Jika tidak, harganya bisa seperti naik kereta atau pesawat.

Dibandingkan kamar ekonomi, kamar standar tampak seperti kemewahan, dengan wastafel sendiri, sofa kecil dan meja, pemandangan ke laut dari jendela dan TV/pemutar DVD yang kadang-kadang menerima sinyal dari prefektur Tohoku. Anda dapat menyewa DVD di kapal, selama anda suka menonton film Tora-san dan film-film kecil lainnya.

Di ruangan pribadi, hanya sedikit gangguan ketika anda tidur. Deru mesin terasa pelan, penutup telinga cukup membantu meredamnya, dan selain itu juga guncangan tak terlalu keras.

Kami tidak yakin siapa yang menyewa kamar luxury deluxe, tetapi kamar itu memiliki akomodasi hotel kelas atas (¥21,500 hari biasa, ¥26,000 musim liburan) dengan kamar mandi dan toilet pribadi, juga selimut lembut di ranjangnya. Terdapat juga kamar mewah bergaya Jepang dengan tatami dan futon. MOL memberikan kupon restoran gratis bagi penghuni kamar mewah tersebut.

Yang bisa dilakukan ketika tidak mabuk laut

Kapal SunFlower sangat besar sehingga jarang terombang-ambing oleh gelombang seperti kapal-kapal kecil lainnya. Tetapi, pada perjalanan saya, angin kencang menerpa sehingga membuat kapal sedikit bergoyang dengan sudut akut. Untuk Anda yang agak sensitif sebaiknya membawa Dramamine ata membelinya di toko suvenir di atas kapal.

Ketika Anda tidak sedang makan di restoran atau memandangi pemandangan berkabut Tohoku di dek pemantauan, tidak banyak hal yang dapat dilakukan di atas kapal. Ruang permainan kebanyakan diisi oleh permainan menggunakan kait dan beberapa mesin mahjong. Terdapat juga perpustakaan manga kecil, beberapa TV menampilkan saluran lokal dan penayangan film. (Tentu saja di perjalanan Saya yang ditayangkan adalah film klasik Tora-san "Otoko wa tsurai yo.")

Seperti kereta Hokutosei, cara terbaik untuk menghabiskan waktu adalah minum-minum. Tidak terdapat bar, jadi mesin minuman otomatis menjadi pengganti bartender. Pengemudi truk yankii muda akan membeli banyak bir kategori ketiga, tetapi karena ini masih merupakan perjalanan ke Hokkaido, Sapporo Classic merupakan pilihan minuman terbaik. Toko suvenir juga menjual es dan minuman keras dalam botol kecil jika Anda memutuskan untuk minum lebih serius. Terlalu banyak minum tidak akan berdampak buruk dengan mabuk laut, tetapi terdapat ember kecil di kamar mandi area utama.

Cara yang baik untuk bersantai di kapal adalah mandi berendam. Penataannya seperti hotel murah: sebuah ruangan untuk berganti pakaian dan ruang besar dengan bak mandi dan pancuran dengan tempat duduk. Saya senang mengetahui bahwa airnya telah disterilkan. Sabun dan sampo telah disediakan dan airnya cukup hangat. Satu-satunya masalah adalah goyangan kapal membuat duduk di bak mandi serasa berada di kolam arus. Dan para pengemudi truk tampaknya tidak melihat aturan 'bilas sebelum berendam' secara serius.

Kebanyakan penumpang berkumpul di ruang santai pada siang hari. Terdapat sekitar dua puluh tempat duduk bertempat di depan jendela dan satu baris kursi pijat. Banyak wanita merajut. Pemandangan hampir tidak terlihat pada malam hari, tetapi di pagi hari, dapat terlihat sebagian dari Fukushima. Masalahnya, pemandangan berganti hanya satu inci per menit. untuk pemandangan lebih baik pergilah ke dek, tergantung cuacanya, Anda bisa mendapat angin segar atau rasa dingin yang menusuk.

Perjalanan jauh ke Tokyo

Sunflower Furano tiba di Oarai sekitar pukul 14.30, tetapi itu artinya Anda harus meneruskan perjalanan selanjutnya: Oarai ke Tokyo

Cara yang paling mudah adalah dengan bus pada 14.40 ke Mito (¥600). Saya lebih memilih memanggil taksi dan membayar ¥740 ke stasiun JR Oarai -- sebuah tempat tradisional yang belum memiliki gerbang tiket otomatis. Lalu saya meniki kereta lucu ke stasiun Mito (¥310), lalu dari Mito saya menaiki kereta ekspres ke Ueno (¥3520). Terdapat bus-bus dari stasiun Mito ke Ueno, tetapi jadwalnya tidak selalu sejalan dengan waktu keberangkatan kapal ferry.

Apakah cukup setimpal?

Secara pribadi, saya menaiki kapal ini karena keinginan aneh untuk melihat pemandangan Hokkaido bukan dari atas pesawat. Tetapi apakah kapal ferry merupakan cara menarik untuk berperjalanan bagi orang lain?

Saya bertanya kepada dua wanita tua yang sedang minum bir ditemani bento tentang mengapa mereka memilih kapal ferry sebagai transportasi. Kakak-beradik Kazumi dan Sunama Usami mengatakan, "Kami menjalani tur Yomiuri dari Hamamatsu dengan 27 orang lainnya. Kami berdua adalah pensiunan jadi kami punya banyak waktu luang. Cara ini sangat murah."

Nakaya Sugawara, sekitar 20 tahun, menimpali argumen 'ekonomis ketimbang efisiensi' ini: "Saya ingin pergi ke Sapporo, dan saya punya waktu tapi tidak punya uang. Jadi saya memilih kamar kasual."

Secara keseluruhan , keinginan Saya untuk menetap di kamar pribadi dan menaiki transportasi tercepat menuju Tokyo menghabiskan total ¥26,870 -- lebih dari tiket kereta Hokutosei ¥25,590. Jika saya mengambil rute yang sama bersama orang lain, hanya akan menghabiskan dana ¥20,340. Menggunakan kamar ekonomi hanya menghabiskan ¥14,340. Jadi perjalanan dapat menjadi murah dengan kompromi-kompromi yang tepat.

Kapal Sunflower MOL cukup menyenangkan, dan tidak ada keluhan berarti untuk akomodasinya, tetapi dengan harga yang saya bayar, arti transportasi dari kapal menjadi berkurang. Perjalanan ke Tomakomai dan dari Oarai menghabiskan dana ¥5,000 untuk tiket dan menghabiskan waktu empat jam. Secara umum, kapal tersebut kurang memiliki suasana romantis seperti di kereta, dan goyangannya dapat sedikit mengganggu. Saya masih merasa terombang-ambing selama dua hari sesudah perjalanan itu.

Menurut pengalaman saya, perjalanan kapal ferry ini hanya saya anjurkan untuk seseorang yang benar-benar mencari pelarian dari kesibukan dunia selama 18 jam. Penerimaan sinyal telepon kurang baik, dan kebiasaan di atas kapal tidak akan memungkinkan Anda untuk menjalin pertemanan dengan penumpang lain. Kapal ferry dari Sapporo ke Tokyo adalah pilihan utama untuk mengasingkan diri, dan mungkin hanya itu.
read more>>